Senin, 02 Juli 2018

Versi Lengkap!! Gejala, penyebab dan mengobati Gagal Ginjal Kronis

Versi Lengkap!! Gejala, penyebab dan mengobati Gagal Ginjal Kronis - Tidak berhasil ginjal kronik yaitu rusaknya di bagian ginjal yang mengakibatkan penurunan manfaat ginjal. Beberapa orang alami penyakit ginjal kronik tetapi tak mengeluhkan tanda-tanda apa pun awal mulanya. Hal semacam ini di kenal jadi fase asimtomatik. 

Versi Lengkap!! Gejala, penyebab dan mengobati Gagal Ginjal Kronis

Tidak berhasil ginjal kronik umumnya berlangsung mendadak serta pertumbuhannya dengan cara bertahap. Penyakit itu berjalan lambat serta umumnya tak nampak sampai pasien tunjukkan tanda-tanda kronis serta membahayakan kesehatannya. 

Bersamaan penurunan manfaat organ, tanda-tanda sakit ginjal yang dapat dihadapi oleh pasien salah satunya : 

  • Buang air kecil dengan volume serta frekwensi kurang dari normal. 
  • Pembengkakan di bagian badan yg tidak semestinya, serta menambahkan berat tubuh dari penimbunan cairan dalam jaringan (edema). 
  • Terasa sangatlah capek. 
  • Penurunan nafsu makan. 
  • Terasa mual atau muntah. 
  • Sangatlah mengantuk atau susah untuk tidur. 
  • Sakit kepala, atau kesusahan memikirkan jernih. 
  • Rasakan sensasi logam di mulut. 
  • Gatal yang kronis di semua badan. 

Pemicu Tidak berhasil Ginjal Kronik 
Pemicu penyakit ginjal kronik idak di ketahui dengan cara tentu. Namun keadaan atau penyakit yang mengakibatkan kerusakan pembuluh darah atau susunan yang lain dalam ginjal bisa mengakibatkan penyakit ginjal. Pemicu paling umum dari penyakit ginjal yaitu : 

  • Kandungan gula darah tinggi mengakibatkan pembuluh darah pada ginjal alami rusaknya. Bila tingkat gula darah masih tinggi sepanjang bertahun-tahun, rusaknya itu dengan cara bertahap bakal kurangi manfaat ginjal. 
  • Desakan darah tinggi. Desakan darah tinggi akan mengakibatkan rusaknya pada pembuluh darah yg tidak termonitor, yang selanjutnya bisa mengakibatkan rusaknya pada pembuluh darah ginjal juga. Desakan darah juga kerap bertambah disebabkan penyakit ginjal kritis, serta desakan darah yang sangatlah tinggi bisa mengakibatkan kerusakan manfaat ginjal, hingga desakan darah tinggi serta rusaknya ginjal sama-sama bikin jalinan sebab-akibat. 

Keadaan lainnya yang bisa jadi pemicu tidak berhasil ginjal kronik, mencakup : 

  • Penyakit ginjal serta infeksi, seperti penyakit ginjal polikistik, pielonefritis, glomerulonefritis, atau permasalahan ginjal kongenital (bawaan lahir). 
  • Arteri renalis (pembuluh darah yang mensuplai ginjal) menyempit atau terhalang. 
  • Pemakaian periode panjang obat-obatan yang bisa mengakibatkan kerusakan ginjal. Misalnya mencakup obat nonsteroidal anti-inflammatory (NSAID), seperti celecoxib serta ibuprofen, serta antibiotik spesifik. 

Selain itu, diabetes serta desakan darah tinggi yaitu pemicu paling umum dari penyakit tidak berhasil ginjal kronik yang mengakibatkan kegagalan ginjal. Diabetes atau desakan darah tinggi dapat juga percepat perubahan penyakit ginjal pada seorang yang telah mempunyai penyakit itu. 

Aspek Resiko Meningkatnya Tidak berhasil Ginjal Kronik 

Banyak hal yang mengakibatkan penyakit ginjal kritis berkenaan dengan umur serta genetik. Anda mungkin saja bisa mengatur beberapa hal lainnya yang tingkatkan resiko, seperti rutinitas makan serta berolahraga. 

Sesaat ada beberapa hal yg tidak dapat dikontrol sebagai aspek resiko paling utama untuk penyakit ginjal kritis, salah satunya : 

  • Ginjal makin lemah pada seorang yang lebih tua. 
  • Ras Afrika-Amerika serta masyarakat asli Amerika lebih mungkin saja untuk memperoleh penyakit ginjal kritis. 
  • Lelaki. Pria mempunyai resiko lebih tinggi untuk alami penyakit ginjal kritis dari pada wanita. 
  • Kisah keluarga adalah aspek terpenting terjadinya diabetes serta desakan darah tinggi. Ke-2 penyakit ini yaitu pemicu paling utama penyakit ginjal kritis. Diluar itu, penyakit ginjal polikistik yaitu satu diantara sebagian penyakit warisan yang mengakibatkan tidak berhasil ginjal. 
Anda mungkin saja bisa perlambat perubahan penyakit ginjal kritis atau tunda tidak berhasil ginjal dengan mengatur beberapa hal yang tingkatkan resiko rusaknya ginjal, seperti : 


  • Desakan darah tinggi, yang dengan cara bertahap mengakibatkan kerusakan pembuluh darah kecil (mikrovaskuler) di ginjal. 
  • Tingkat gula darah masih tinggi bisa mengakibatkan kerusakan pembuluh darah di ginjal. Seiring berjalannya waktu, rusaknya ginjal bisa berkembang, serta ginjal mungkin saja berhenti bekerja bersama sekali. 
  • Makan berprotein serta berlemak. Makan diet rendah protein serta lemak bisa kurangi resiko penyakit ginjal. 
  • Obat-obatan spesifik. Jauhi pemakaian periode panjang obat-obatan yang bisa mengakibatkan kerusakan ginjal, seperti penghilang rasa sakit dimaksud NSAID serta antibiotik spesifik. 

Kontrol Tidak berhasil Ginjal Kronis 

Dokter bakal ambil sampel darah juga tes urine untuk memastikan apakah ada rusaknya pada ginjal ataulah tidak. Diluar itu, bakal dikerjakan tes lainnya juga untuk meyakinkan keadaan ginjal Anda. 

Dokter akan memakai sinar-X untuk mengecek ukuran ginjal yang mungkin saja jadi pemicu ginjal rusak, terkecuali ada masalah lainnya, masalah pada saluran urine, batu ginjal atau tumor ginjal. 

Kontrol itu sangatlah terpenting dikerjakan untuk menolong mencari tahu : 

  • Apakah penyakit ginjal berlangsung dengan cara mendadak atau sudah berlangsung sepanjang waktu yang lama. 
  • Apa yang mengakibatkan rusaknya ginjal. 
  • Penyembuhan mana yang paling baik untuk menolong perlambat rusaknya ginjal. 
  • Seberapa baik penyembuhan bekerja. 
  • Kapan waktu yang pas untuk mengawali dialisis atau kapan waktu yang pas untuk dikerjakan transplantasi ginjal. 

Sesudah seorang didiagnosis dengan penyakit tidak berhasil ginjal kronik, tes darah serta urine bisa menolong Anda serta dokter untuk memonitor penyakit. 

Tes untuk Mengecek Manfaat Ginjal 

Saat manfaat ginjal alami penurunan, beberapa zat seperti ureum, kreatinin, serta elektrolit spesifik mulai bertambah kandungannya didalam darah. Kontrol ureum, kreatinin, serta elektrolit terpenting dikerjakan untuk jadi satu ukuran seberapa baik ginjal bekerja. 

  • Tes kreatinin darah menolong untuk memprediksi laju filtrasi glomerulus (GFR) dengan mengukur tingkat kreatinin dalam darah. Dokter bisa memakai GFR dengan cara teratur untuk mengecek seberapa baik ginjal bekerja serta untuk step penyakit ginjal Anda. 
  • Perhitungan nitrogen urea darah (BUN) untuk mengukur seberapa banyak nitrogen dari produksi limbah urea dalam darah. Tingkat BUN naik apabila ginjal tak bekerja lumayan baik untuk menghilangkan urea dari darah. 
  • Tes gula darah puasa dikerjakan untuk mengukur gula darah. Kandungan gula yang tinggi bakal mengakibatkan kerusakan pembuluh darah di ginjal. 
  • Elektrolit dalam darah bakal bertambah bila ginjal tak menggerakkan fungsinya untuk buang beberapa elektrolit badan. 
  • Tes darah untuk hormon paratiroid (PTH) mengecek tingkat PTH, yang menolong mengatur kandungan kalsium serta fosfor. 
  • Urinalisis (UA) serta tes urine untuk mikroalbumin, atau tes urine yang lain, bisa mengukur protein dalam urine. Urine normal semestinya tak memiliki kandungan protein. 

Tes darah, terpenting hemoglobin untuk tahu keadaan anemia. Bila ginjal tak membuahkan cukup hormon eritropoetin untuk bikin sel darah merah, jadi anemia bisa berlangsung. Terkecuali kontrol hemoglobin, kontrol lainnya bisa dikerjakan untuk tahu : 

  • Jumlahnya retikulosit tunjukkan berapakah banyak sel darah merah tengah di produksi oleh sumsum tulang. Retikulosit yang banyak tunjukkan kalau badan kekurangan sel darah merah. 
  • Kontrol tingkat zat besi, hal semacam ini diperlukan untuk eritropoetin supaya bisa bekerja lewat cara yang semestinya. 
  • Tes serum ferritin mengukur protein yang mengikat zat besi pada tubuh. 

Tes lainnya yang mungkin saja dikerjakan dokter untuk memonitor manfaat ginjal atau untuk tahu adakah penyakit ginjal lainnya juga keadaan spesifik yang menyebabkan berkurangnya manfaat ginjal, salah satunya : 

  • USG ginjal menolong memprediksi berapakah lama seorang mempunyai penyakit ginjal kritis. USG bisa meyakinkan apakah aliran urine terhalang di ginjal. USG bisa menolong temukan pemicu penyakit ginjal, seperti penyakit ginjal obstruksi atau polycystic.  
  • Kontrol doppler duplex atau angiogram ginjal mungkin saja dikerjakan untuk mengecek permasalahan yang dikarenakan oleh aliran darah yang terbatas (stenosis arteri renalis). 
  • Biopsi ginjal bisa menolong tahu pemicu dari penyakit ginjal kritis. Sesudah transplantasi ginjal, dokter bisa memakai kontrol itu untuk tahu apakah ginjal baru itu pas untuk pasien. 

Selain itu, beberapa pakar mereferensikan tes skrining untuk pasien penyakit ginjal kritis, terpenting beberapa orang yang masuk ke grup berisiko tinggi, seperti pasien diabetes atau desakan darah tinggi, atau ada penyakit ginjal yang turun temurun dalam keluarga. 

Kontrol ginjal pada grup orang yang berisiko tinggi saat sebelum penyakit ginjal didiagnosis bisa berikan peluang paling baik untuk mengatur penyakit itu.
loading...

Related Posts

Versi Lengkap!! Gejala, penyebab dan mengobati Gagal Ginjal Kronis
4/ 5
Oleh

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.