Puasa Bukan Menyebabkan sakit Dan Ini Alasannya - Bln. Ramadhan tiba. Panggilan untuk menggerakkan beribadah puasa begitu kuat di hati. Namun, bila penyakit menghambat, mungkinkah puasa tetaplah dikerjakan?
Hadirnya penyakit seperti diabetes, mag, serta ginjal sering menyebabkan kesangsian untuk berpuasa. Nyatanya, kecemasan itu bisa dijauhi. Hadis Nabi Muhammad, ”Berpuasalah anda supaya anda sehat”, diamini juga oleh beberapa dokter dalam simposium mini bertopik ”Ibadah Berkwalitas Sepanjang Puasa Tanpa ada Masalah Penyakit” yang diadakan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Sabtu (7/8).
Supaya beribadah puasa jalan lancar, pasien diabetes, mag, serta ginjal memanglah membutuhkan persiapan ekstra dibanding orang sehat.
Mereka mesti mengecek keadaan kesehatan, seperti desakan darah, cholesterol, serta kandungan gula, untuk mempersiapkan penyesuaian. Mereka bisa berpuasa bila keadaan kesehatan stabil, penyakit termonitor, serta tak ada infeksi akut. Yang butuh ditanyakan ke dokter yaitu peluang perubahan obat yang diminum karna perubahan jadwal makan, termasuk juga penyesuaian langkah makan.
Sakit mag
Ari Fahrial Syam dari Divisi Gastroenterologi Departemen Pengetahuan Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Kampus Indonesia menyebutkan, untuk mereka yang sakit mag atau dispepsia, yang butuh di pastikan terlebih dulu yaitu apakah mag yang terkena termasuk juga mag fungsional atau organik.
”Orang dengan sakit mag bisa berpuasa terkecuali pasien mag organik yang belum juga diobati. Terlebih bila ada sinyal tanda seperti mag pertama kalinya diatas 45 th., berat tubuh turun, anemia, melena, serta disfagia, ” katanya. Hasil endoskopi mag organik tunjukkan kelainan seperti tukak pada lambung, tukak usus dua belas jari, polip, serta kanker.
Sesaat mag masalah fungsional berlangsung karna makan yg tidak teratur, rutinitas makan makanan ringan berlemak, minum kopi atau bersoda selama seharian, merokok, serta stres. Sekitaran 80 yang dirasakan mag yang dirasa orang-orang adalah mag disfungsional serta hasil endoskopi umumnya normal.
Untuk mag disfungsional, umumnya jadi lebih baik atau pulih sesudah berpuasa. ”Itu karna waktu berpuasa jadi makannya jadi teratur waktu buka serta sahur, tidak makan makanan ringan berlemak selama seharian, tidak ngopi, serta tidak merokok, ” katanya. Produksi asam lambung juga akan turun.
Dia menyebutkan, pada minggu awal juga akan berat karna berlangsung perubahan. Oleh karenanya, pasien mag disfungsional umumnya di beri obat penekan asam lambung seperti lanzoprazole dengan dosis 30 mg /hari sepanjang satu minggu. Obat itu bekerja sepanjang 12 jam. ”Berbeda dengan antasida yang banyak diiklankan. Antasida bukanlah penekan asam lambung, tetapi menetralisir asam lambung yang telah berlangsung, ” katanya.
Untuk masalah mag organik, baiknya mag diobati terlebih dulu. Mag organik bisa jadi bertambah jelek waktu berpuasa.
Untuk pasien mag, makanan mesti di perhatikan, seperti hindari makanan yang memiliki kandungan gas, yang menyebabkan asam lambung, susah diolah, perlambat pengosongan lambung, serta melemahkan klep kerongkongan bawah.
Diabetes
Tri Juli Edi T dari Divisi Metabolik Endoktrin Departemen Pengetahuan Penyakit Dalam mengungkap, pasien diabetes yang menginginkan berpuasa terlebih dulu mesti periksa ke dokter. Dokter juga akan memastikan tingkat resiko begitu tinggi, tinggi, tengah, atau rendah. Pasien berisiko begitu tinggi, diantaranya pasien diabetes yang tengah hamil serta gula darah seringkali turun, bila mengambil keputusan berpuasa mesti dibawah pengawasan ketat dokter.
Konsultasi ke dokter juga butuh untuk penyusunan penggunaan obat—waktu serta dosisnya—yang peluang beralih karna mesti sesuai dengan jam makan. Diluar itu, banyak hal yang perlu diwaspadai waktu berpuasa yaitu gula darah sangat rendah, gula darah sangat tinggi, darah jadi asam (ketoasidosis), serta kekurangan cairan.
Untuk pasien diabetes, makanan saat berpuasa tidak jauh berlainan dari mulanya. Jumlah kalori yang dikonsumsi sama, namun jadwal makan saja yang beralih.
Jumlah kalori 50 % waktu buka puasa, 10 % sesudah tarawih, serta 40 % waktu sahur. Tentukan karbohidrat kompleks yang perlu pembakaran lama sekitaran 8 jam, kurangi lemak, serta memperbanyak serat. Minum harus juga cukup, yaitu delapan gelas. ”Konsumsi daya umumnya jadi begitu tinggi sesudah minggu ke-4 puasa karna perayaan Lebaran. Ini yang perlu dijaga supaya tidak terlalu berlebih makan waktu Lebaran atau berbuka, ” katanya.
Puasa harus juga dibatalkan bila gula darah turun jadi 60 mg/dl atau kurang, gula darah turun di sekitaran 70 mg/dl di jam-jam awal, terlebih pengguna insulin, sulfonilurea, atau glinid yang digunakan waktu sahur, serta gula darah naik lebih dari 300 mg/dl. Memantau gula darah perlu saat berpuasa untuk pasien diabetes. Check gula darah tidak bermakna membatalkan puasa.
Ginjal
Bisa tidaknya berpuasa umumnya sering jadi pertanyaan pasien sakit ginjal. Imam Effendi dari Divisi Ginjal Hipertensi Departemen Pengetahuan Penyakit Dalam FKUI menyebutkan, puasa bermakna tidak minum dan makan kurun waktu spesifik. Sejauh mana berpuasa dapat beresiko atau untungkan untuk pasien ginjal begitu bergantung dari type serta derajat penyakitnya.
Penyakit ginjal ada bermacam type serta stadium. Penyakit batu ginjal stadium awal begitu memerlukan minum sampai 4 liter /hari. Bila lupa, batu ginjal bisa jadi bertambah kronis. ”Kebutuhan minum air yang banyak itu susah dipenuhi ketika Ramadhan. Alternatifnya puasa berselang-seling serta bayar fidiah, ” katanya.
Demikian sebaliknya, untuk pasien ginjal kronik, baik yang belum juga ataupun telah dialisis, berpuasa jadi begitu bagus. Pada pasien ginjal kronik, pengeluaran urine alami penurunan mencolok. Bahkan juga, pada pasien yang telah dialisis, kadang-kadang urine tidak keluar sekalipun. Pengeluaran air dikerjakan saat bersihkan darah. Karena urine amat sedikit, mereka tidak bisa sangat banyak minum.
”Minum yang diizinkan untuk pasien ginjal kronik yang telah bersihkan darah cuma 500 ml (dua gelas) ditambah air beberapa urine yang keluar. Jumlah 500 ml itu adalah perkiraan air yang keluar lewat pernafasan serta keringat. Minum mesti betul-betul diukur. Puasa yang bermakna berhenti minum malah bagus untuk pasien ginjal kronik, ” katanya.
Kelebihan air serta masalah elektrolit sering jadi penyebabnya paling utama kematian pasien ginjal kronik. Komposisi makanan pasien ginjal waktu berpuasa sama dari mulanya.
Ari Fahrial Syam yang Ketua Bagian Advokasi Pengurus Besar PAPDI menyebutkan, pada umumnya, langkah makan saat puasa mesti di perhatikan.
”Untuk melindungi kesehatan, berbukalah dengan camilan, seperti sebagian butir kurma, serta makan berat sesudah maghrib dengan bertahap atau tidak kalap. Diluar itu, tentukan makanan dengan indeks glikemik rendah serta tinggi serat. Sepanjang berpuasa, istirahat mesti cukup serta berolahraga enteng tetaplah dikerjakan, ” katanya. Dengan hal tersebut, puasa bisa dituntaskan serta penyakit juga termonitor.

Hadirnya penyakit seperti diabetes, mag, serta ginjal sering menyebabkan kesangsian untuk berpuasa. Nyatanya, kecemasan itu bisa dijauhi. Hadis Nabi Muhammad, ”Berpuasalah anda supaya anda sehat”, diamini juga oleh beberapa dokter dalam simposium mini bertopik ”Ibadah Berkwalitas Sepanjang Puasa Tanpa ada Masalah Penyakit” yang diadakan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Sabtu (7/8).
Supaya beribadah puasa jalan lancar, pasien diabetes, mag, serta ginjal memanglah membutuhkan persiapan ekstra dibanding orang sehat.
Mereka mesti mengecek keadaan kesehatan, seperti desakan darah, cholesterol, serta kandungan gula, untuk mempersiapkan penyesuaian. Mereka bisa berpuasa bila keadaan kesehatan stabil, penyakit termonitor, serta tak ada infeksi akut. Yang butuh ditanyakan ke dokter yaitu peluang perubahan obat yang diminum karna perubahan jadwal makan, termasuk juga penyesuaian langkah makan.
Sakit mag
Ari Fahrial Syam dari Divisi Gastroenterologi Departemen Pengetahuan Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Kampus Indonesia menyebutkan, untuk mereka yang sakit mag atau dispepsia, yang butuh di pastikan terlebih dulu yaitu apakah mag yang terkena termasuk juga mag fungsional atau organik.
”Orang dengan sakit mag bisa berpuasa terkecuali pasien mag organik yang belum juga diobati. Terlebih bila ada sinyal tanda seperti mag pertama kalinya diatas 45 th., berat tubuh turun, anemia, melena, serta disfagia, ” katanya. Hasil endoskopi mag organik tunjukkan kelainan seperti tukak pada lambung, tukak usus dua belas jari, polip, serta kanker.
Sesaat mag masalah fungsional berlangsung karna makan yg tidak teratur, rutinitas makan makanan ringan berlemak, minum kopi atau bersoda selama seharian, merokok, serta stres. Sekitaran 80 yang dirasakan mag yang dirasa orang-orang adalah mag disfungsional serta hasil endoskopi umumnya normal.
Untuk mag disfungsional, umumnya jadi lebih baik atau pulih sesudah berpuasa. ”Itu karna waktu berpuasa jadi makannya jadi teratur waktu buka serta sahur, tidak makan makanan ringan berlemak selama seharian, tidak ngopi, serta tidak merokok, ” katanya. Produksi asam lambung juga akan turun.
Dia menyebutkan, pada minggu awal juga akan berat karna berlangsung perubahan. Oleh karenanya, pasien mag disfungsional umumnya di beri obat penekan asam lambung seperti lanzoprazole dengan dosis 30 mg /hari sepanjang satu minggu. Obat itu bekerja sepanjang 12 jam. ”Berbeda dengan antasida yang banyak diiklankan. Antasida bukanlah penekan asam lambung, tetapi menetralisir asam lambung yang telah berlangsung, ” katanya.
Untuk masalah mag organik, baiknya mag diobati terlebih dulu. Mag organik bisa jadi bertambah jelek waktu berpuasa.
Untuk pasien mag, makanan mesti di perhatikan, seperti hindari makanan yang memiliki kandungan gas, yang menyebabkan asam lambung, susah diolah, perlambat pengosongan lambung, serta melemahkan klep kerongkongan bawah.
Diabetes
Tri Juli Edi T dari Divisi Metabolik Endoktrin Departemen Pengetahuan Penyakit Dalam mengungkap, pasien diabetes yang menginginkan berpuasa terlebih dulu mesti periksa ke dokter. Dokter juga akan memastikan tingkat resiko begitu tinggi, tinggi, tengah, atau rendah. Pasien berisiko begitu tinggi, diantaranya pasien diabetes yang tengah hamil serta gula darah seringkali turun, bila mengambil keputusan berpuasa mesti dibawah pengawasan ketat dokter.
Konsultasi ke dokter juga butuh untuk penyusunan penggunaan obat—waktu serta dosisnya—yang peluang beralih karna mesti sesuai dengan jam makan. Diluar itu, banyak hal yang perlu diwaspadai waktu berpuasa yaitu gula darah sangat rendah, gula darah sangat tinggi, darah jadi asam (ketoasidosis), serta kekurangan cairan.
Untuk pasien diabetes, makanan saat berpuasa tidak jauh berlainan dari mulanya. Jumlah kalori yang dikonsumsi sama, namun jadwal makan saja yang beralih.
Jumlah kalori 50 % waktu buka puasa, 10 % sesudah tarawih, serta 40 % waktu sahur. Tentukan karbohidrat kompleks yang perlu pembakaran lama sekitaran 8 jam, kurangi lemak, serta memperbanyak serat. Minum harus juga cukup, yaitu delapan gelas. ”Konsumsi daya umumnya jadi begitu tinggi sesudah minggu ke-4 puasa karna perayaan Lebaran. Ini yang perlu dijaga supaya tidak terlalu berlebih makan waktu Lebaran atau berbuka, ” katanya.
Puasa harus juga dibatalkan bila gula darah turun jadi 60 mg/dl atau kurang, gula darah turun di sekitaran 70 mg/dl di jam-jam awal, terlebih pengguna insulin, sulfonilurea, atau glinid yang digunakan waktu sahur, serta gula darah naik lebih dari 300 mg/dl. Memantau gula darah perlu saat berpuasa untuk pasien diabetes. Check gula darah tidak bermakna membatalkan puasa.
Ginjal
Bisa tidaknya berpuasa umumnya sering jadi pertanyaan pasien sakit ginjal. Imam Effendi dari Divisi Ginjal Hipertensi Departemen Pengetahuan Penyakit Dalam FKUI menyebutkan, puasa bermakna tidak minum dan makan kurun waktu spesifik. Sejauh mana berpuasa dapat beresiko atau untungkan untuk pasien ginjal begitu bergantung dari type serta derajat penyakitnya.
Penyakit ginjal ada bermacam type serta stadium. Penyakit batu ginjal stadium awal begitu memerlukan minum sampai 4 liter /hari. Bila lupa, batu ginjal bisa jadi bertambah kronis. ”Kebutuhan minum air yang banyak itu susah dipenuhi ketika Ramadhan. Alternatifnya puasa berselang-seling serta bayar fidiah, ” katanya.
Demikian sebaliknya, untuk pasien ginjal kronik, baik yang belum juga ataupun telah dialisis, berpuasa jadi begitu bagus. Pada pasien ginjal kronik, pengeluaran urine alami penurunan mencolok. Bahkan juga, pada pasien yang telah dialisis, kadang-kadang urine tidak keluar sekalipun. Pengeluaran air dikerjakan saat bersihkan darah. Karena urine amat sedikit, mereka tidak bisa sangat banyak minum.
”Minum yang diizinkan untuk pasien ginjal kronik yang telah bersihkan darah cuma 500 ml (dua gelas) ditambah air beberapa urine yang keluar. Jumlah 500 ml itu adalah perkiraan air yang keluar lewat pernafasan serta keringat. Minum mesti betul-betul diukur. Puasa yang bermakna berhenti minum malah bagus untuk pasien ginjal kronik, ” katanya.
Kelebihan air serta masalah elektrolit sering jadi penyebabnya paling utama kematian pasien ginjal kronik. Komposisi makanan pasien ginjal waktu berpuasa sama dari mulanya.
Ari Fahrial Syam yang Ketua Bagian Advokasi Pengurus Besar PAPDI menyebutkan, pada umumnya, langkah makan saat puasa mesti di perhatikan.
”Untuk melindungi kesehatan, berbukalah dengan camilan, seperti sebagian butir kurma, serta makan berat sesudah maghrib dengan bertahap atau tidak kalap. Diluar itu, tentukan makanan dengan indeks glikemik rendah serta tinggi serat. Sepanjang berpuasa, istirahat mesti cukup serta berolahraga enteng tetaplah dikerjakan, ” katanya. Dengan hal tersebut, puasa bisa dituntaskan serta penyakit juga termonitor.
loading...
Puasa Bukan Menyebabkan sakit Dan Ini Alasannya
4/
5
Oleh
Dunia Kesehatan Health
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.