Selasa, 05 Juni 2018

Manfaat Kunyit Kuning Herbal Alami Tadisional Penangkal Virus Hepatitis C

Manfaat Kunyit Kuning Herbal Alami Tadisional Penangkal Virus Hepatitis C - Artikel tersebut juga akan membahas manfaat kunyit kuning jadi obat tradisionil yang dapat mencegah virus Hepatitis C.
Terkecuali populer jadi Obat Tradisionil untuk problem Pencernaan, nyatanya Kunyit Kuning bermanfaat juga untuk kesehatan liver.
Tersebut penjelasannya..

Manfaat Kunyit Kuning Herbal Alami Tadisional Penangkal Virus Hepatitis C

Kunyit Kuning 
Jakarta, Siapa tidak kenal kunyit, bumbu kari yang popular jadi kombinasi dalam beragam jenis jamu? Di beberapa daerah di Indonesia, beberapa putri raja pada jaman dulu diceritakan merawat kulitnya dengan lulur kunyit supaya terlihat kuning langsat. Sampai saat ini juga, remaja putri banyak memercayakan ramuan kunyit-asam untuk menangani nyeri haid.

Dibalik warna kuningnya, herba yang satu ini menaruh keinginan untuk 170 juta pengidap hepatitis C di semua dunia. Keinginan baru juga akan ada obat murah untuk menghindar kematian karena komplikasi penyakit itu.

Diprediksikan 170 orang atau sekitaran 2, 5 % masyarakat dunia terjangkit virus hepatitis C, virus penyebabnya radang hati yang sampai saat ini belumlah ada vaksin pencegahnya. Di Indonesia, angkanya sekitar pada 5-7 juta orang. Virus Hepatitis C menyebar lewat jarum suntik atau benda-benda beda yang dapat melukai badan, diantaranya pisau cukur, yang digunakan dengan bertukaran.

Penyembuhan untuk hepatitis C masih tetap begitu terbatas serta harga nya tidak terjangkau orang umumnya. Walau sebenarnya bila tidak diobati, 80 % infeksi hepatitis C berkembang jadi kritis, menyebabkan sirosis atau pengerasan hati dengan beragam komplikasi termasuk juga kematian karena kanker hati.

Keinginan baru untuk beberapa pengidap hepatitis C lahir dari hasil riset Angga Kusuma, ilmuwan Indonesia yang bekerja di instansi penelitian Twincore, Jerman. Calon doktor di Hannover Medical School ini temukan bukti baru mengenai dampaktivitas kurkumin, pigmen pemberi warna kuning pada kunyit, jadi antivirus.

“Kurkumin menghalangi infeksi virus hepatitis C lewat cara memengaruhi fleksibilitas dari membran virus, hingga menghalangi sistem masuk virus itu kedalam tujuan sel hati manusia, ” terang Angga pada detikHealth lewat surat elektronik, seperti ditulis pada Senin (16/9/2013).

Dalam keadaan normal, membran atau selubung virus hepatitis C berbentuk cair serta fleksibel. Kurkumin buat membran itu jadi rigid atau kaku lewat cara menembus masuk kedalam lantas merubah susunan molekulnya. Dengan membran yang rigid, virus susah masuk kedalam beberapa sel hati.

Dalam satu laporan di jurnal internasional GUT, satu diantara terbitan British Medical Journal, pada 7 Agustus 2013, Angga mengatakan kalau temuan ini berguna untuk menghindar reinfeksi virus hepatitis C yang seringkali dihadapi pasien transplantasi hati. Untuk yang telah terinfeksi, kurkumin juga menghindar infeksi yang lebih kronis karena masuknya virus semakin banyak, karna kurkumin menghambat transmisi antarsel.

Belum juga digunakan jadi antiinfeksi

Di kelompok medis, dampak anti-infeksi dari kurkumin ini belum juga banyak digunakan dalam perlakuan hepatitis C. Kurkumin, berbentuk kunyit ataupun ekstraknya, sampai kini cuma digunakan jadi hepatoprotektor untuk menghindar rusaknya beberapa sel hati yang diantaranya dipicu oleh infeksi virus.

“Kalau hubungan dengan hepatitis, saya fikir karna kunyit miliki dampak hepatoprotektif, ” kata dr Aldrin Neilwan P, MARS, M. Biomed, M. Kes, SpAk, Kepala Unit Penyembuhan Alternatif serta Komplementer RS Kanker Dharmais.

Pemakaiannya juga bukanlah tanpa ada resiko. Kurkumin dalam kunyit mempunyai dampak antiplatelet atau anti-pembekuan darah hingga dapat berhubungan dengan obat-obat dengan dampak yang sama, umpamanya heparin. Pemakaian kunyit serta obat antiplatelet dengan bersama dapat menyebabkan perdarahan pada pasien desakan darah tinggi, stroke, atau tengah melakukan persiapan operasi serta hemodialisis.

Diluar itu, mengkonsumsi kunyit terlalu berlebih dalam periode panjang dapat menghematasi mukosa lambung karna memiliki kandungan minyak atsiri.

Pemanfaatkan kunyit yang lain yaitu jadi antifibrosis, untuk perlambat terjadinya fibrosis, yaitu satu diantara step menuju sirosis atau pengerasan hati. Terapi antifibrosis digunakan karna penyembuhan standard untuk membunuh virus hepatitis C masih tetap begitu mahal, yaitu Rp 2, 5 juta sekali suntik. Penyembuhan standard berbentuk gabungan pegylated interferon serta ribavarin itu mesti diberi setiap minggu sepanjang 1 th..

“Obat-obat antifibrosis itu barusan, herbal termasuk juga di dalamnya, adalah alternatif untuk yang belum juga mampu terhubung penyembuhan interferon, ” kata Dr Unggul Budihusodo, SpPD, KGEH, pakar hepatologi dari RS Cipto Mangunkusumo yang bekas Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI).

Banyak hambatan

Pakar formulasi berbasiskan nanoteknologi dari Sekolah Farmasi Institut Tehnologi Bandung (ITB), Dr Heni Rachmawati, menyikapi positif temuan Angga. Heni memiliki pendapat, pengembangan obat alternatif untuk hepatitis C memanglah menghadap pada pemakaian herbal.

“Menurut saya potensinya begitu besar, karna kunyit yaitu obat tradisionil yang begitu murah, serta gampang didapat, ” kata Heni yang banyak juga mempelajari penyembuhan hepatitis.

Di kelompok peneliti, kunyit mulai sejak lama di kenal mempunyai dampak terapi, bukan hanya dampak hepatoprotektif seperti yang digunakan di kelompok medis sampai kini. Menurut Heni, satu diantara dampak terapinya yaitu jadi antivirus.

Angga sendiri malas berspekulasi masalah kesempatan meningkatkan kunyit jadi obat hepatitis, paling tidak kurun waktu dekat ini. Untuk membuatnya jadi obat yang aplikatif, diperlukan uji klinis selanjutnya yang pastinya perlu saat bertahun-tahun.

Angga juga hadapi problem dengan formulasi kurkumin yang dipakai. Kurkumin umum mempunyai bioavailibility atau ketersediaan hayati yang rendah, dalam makna sangat cepat di keluarkan dari pada badan. Dalam uji in vivo, keadaan ini buat penilaian sulit dikerjakan. Angga serta timnya mesti bekerjasama dengan ITB untuk buat formulasi baru berbentuk nano-kurkumin.

Tentang vaksin hepatitis C yang sampai saat ini belum juga diketemukan, Angga menilainya masalah norma jadi satu diantara masalahnya. Pengembangan vaksin hepatitis C memerlukan uji in vivo yg tidak dapat dikerjakan pada sembarang hewan uji.

“Secara alamiah, virus hepatitis C cuma dapat mengakibatkan infeksi pada manusia serta simpanse, ” terang Angga.

Meskipun demikian, Angga menilainya temuannya ini cukup memberi keinginan. Dengan memakai kunyit, bahan alam yang berlimpah didalam negeri, Indonesia dinilainya miliki kesempatan besar untuk meningkatkan sendiri obat-obat perlu termasuk juga obat hepatitis C.
loading...

Related Posts

Manfaat Kunyit Kuning Herbal Alami Tadisional Penangkal Virus Hepatitis C
4/ 5
Oleh

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.