Senin, 04 Juni 2018

Dampak Hubungan Antara Narkotika Dengan Kehamilan

Dampak Hubungan Antara Narkotika Dengan Kehamilan - Narkotika, menurut undang-undang no. 22 th. 1997 yaitu zat atau obat yang datang dari tanaman atau bukanlah tanaman baik sintetis ataupun semi sintetis yang bisa mengakibatkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, kurangi hingga menyingkirkan rasa nyeri, serta bisa menyebabkan ketergantungan, yang dibedakan kedalam bebrapa kelompok spesifik.

Dampak Hubungan Antara Narkotika Dengan Kehamilan

Beberapa jenis narkotika yang bisa disalah pakai yaitu :

1. Opium 
Opiat atau opium yaitu bubuk yang dibuat kangsung oleh tanaman yang bernama poppy/papaver somniferum. Di mana dari opium bisa di buat beragam type narkoba yang lain.

2. Morfin 
Mofrin yaitu alkoloida yang disebut hasil ekstraksi dan isolasi opium dengan zat kimia spesifik. Morfin umumnya dipakai untuk pembasmi rasa sakit untuk pasien penyakit spesifik. Efek atau dampak dari pemakaian morfin yang sifatnya negatif buat pemakaian morfin ditukar dengan obat-obatan beda yang mempunyai manfaat yang sama namun tidak menyebabkan resikonya adiksi untuk penggunanya.

3. Heroin 
Heroin yaitu keturunan dari morfin atau opioda semi sintetik dengan sistem kimiawi yang bisa menyebabkan ketergantungan. Heroin umumnya dipakai lewat cara disuntik ke otot, di bawah kulit maupun pembuluh vena.

4. Kodein 
Kodein yaitu obat yang dibuat dari tanaman opium yang berperan jadi obat batuk. Karna sifatnya itu jadi pemakaian kodein jadi obat dipantau dengan ketat.

5. Opiat Sintetis 
Type obat yang datang dari opiat buatan itu seperti metadon, petidin serta dektropropoksiven yang berperan jadi obat pembasmi rasa sakit. Opiat sintetis ini seringkali dipakai untuk penyembuhan untuk beberapa pecandu narkoba, karna bisa berikan dampak seperti heroin, namun kurang menyebabkan dampak adiksi (ketagihan/kecanduan).

6. Kokain 
Kokain yaitu bubuk kristal putih yang didapat dari ekstraksi dan isolasi daun coca (erythroxylon coca) dan menyebabkan dampak euphoria (keceriaan) yang besar.

7. Ganja 
Tanaman ganja yaitu tanaman semak/perdu. Namun yang lebih di kenal dari tanaman ganja yaitu kandungan zat pada bijinya yakni tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol). THC ini bisa buat penggunanya alami euforia (rasa suka yang berkelanjutan tanpa ada sebab).

Narkotika & Kehamilan
Sesungguhnya untuk wanita hamil beberapa zat spesifik, baik berbentuk alkohol, nikotin, obat yang terlarang ataupun yang umum dipakai bisa menyebabkan dampak yang membahayakan baik untuk dianya maupun untuk janin yang dikandungnya. Oleh karenanya tiap-tiap wanita hamil mesti hati-hati pada apa yang dikonsumsinya.

Zat-zat bisa beresiko jika dikonsumsi kapanpun waktu hamil, namun ada pula zat-zat yang begitu beresiko jika dipakai pada step kehamilan spesifik, seperti :


  • Step pembentukan organ badan 

Pada step ini, sebagian type obat & alkohol, bisa mengakibatkan kegagalan pembentukan organ spesifik seperti jantung, lengan & peranan muka.


  • Step perkembangan janin 

Pada umur kehamilan sekitaran 10 minggu, janin juga akan alami perkembangan berat & ukuran yang cepat. Pada step ini, sebagian type obat bisa menghalangi perkembangan organ yang masih tetap berkembang, misalnya mata maupun system syaraf. Pemakaian narkoba dengan terus-menerus dapat juga tingkatkan kemungkinan terjadinya keguguran & kelahiran premature, termasuk peluang bayi lahir dengan ukuran & berat tubuh yang kurang dari harusnya.


  • Step kelahiran 

Diluar itu ada pula sebagian type narkoba yang beresiko jika dikonsumsi oleh ibu hamil waktu menjelang waktu kelahiran, karna bisa mengakibatkan sistem kelahiran jadi susah & beresiko, atau mengakibatkan ada masalah kesehatan pada bayi yang baru dilahirkan.

Dampak Bahaya Narkotika Waktu Hamil 
Seperti sudah dijelaskan terlebih dulu, narkoba bisa beresiko baik pada step spesifik kehamilan maupun pada tiap-tiap step kehamilan. Tersebut disini contoh dampak beresiko dari sebagian type narkotika jika dipakai oleh wanita hamil.

1. Kokain & Methamphetamine 
Kokain & Methamphetamine adalah stimulant yang kuat pada system syaraf pusat. Ke-2 type zat itu bisa menghimpit nafsu makan, mempersempit pembuluh darah hingga jantung berdetak lebih kencang & desakan darah jadi lebih tinggi. Mengakibatkan perkembangan janin jadi terganggu & meningkatnya kemungkinan untuk berlangsung keguguran, kelahiran premature & abruptio placentae (terlepasnya beberapa plasenta dari dinding rahim, yang bisa mengakibatkan terjadinya pendarahan).

Jika ke-2 type zat beresiko itu dikonsumsi pada kahir kehamilan, jadi bisa mengakibatkan bayi yang terlahir alami ketergantungan zat beresiko juga & menanggung derita tanda putus obat (sakaw) seperti kejang, tidak dapat tidur & kram otot. Beberapa pakar juga yakin kalau di masa datang, mereka akan alami kesusahan belajar.

2. Heroin & Narkotika beda 
Pemakaian narkotika dalam jumlah yang besar tingkatkan kemungkinan kelahiran bayi dengan premature yang dibarengi dengan problem kesehatan yang lain seperti lahir dengan berat tubuh rendah, alami kesusahan bernafas, kandungan gula darah yang rendah & perdarahan di kepala (intracranial hemorrhage).

Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang alami ketergantungan narkotika, seringkali juga dilahirkan dalam keadaan ketergantungan juga & menanggung derita tanda putus obat seperti muntah, diare & kaku pada persendian.

Wanita yang memakai narkotika lewat cara di suntik, juga memiliki resiko besar untuk tertular penyakit menyebar seperti HIV yang bisa berkembang jadi AIDS. Wanita hamil yang menderita virus HIV memiliki resiko besar untuk menyebarkan infeksi itu pada bayi yang dikandungnya.

3. Kokain 
Pemakaian kokain sepanjang kehamilan bisa memengaruhi wanita hamil & janin yang dikandungnya dalam beragam langkah. Pada saat awal kehamilan, kokain bisa tingkatkan kemungkinan terjadinya keguguran. Lalu pada step selanjutnya, bisa menyebabkan terjadinya kelahiran premature, lahir dengan berat tubuh rendah atau terganggunya perkembangan janin. Bayi yang lahir dengan prematur dengan berat tubuh lahir rendah juga akan tingkatkan kemungkinan untuk alami masalah mental, cerebral palsy bahkan juga kematian. Bayi yang terserang dampak dari kokain juga relatif mempunyai ukuran kepala yang kecil, yang pada umumnya tunjukkan ukuran otak yang lebih kecil juga & tingkatkan kemungkinan untuk alami kesusahan belajar.

4. Ganja 
Riset tentang dampak pemakaian ganja oleh wanita hamil sesungguhnya tidaklah terlalu khusus. Hal semacam ini karna umumnya ganja dipakai bersamaan dengan obat beda, rokok & alcohol. Seperti bahan beresiko yang lain, jadi pemakaian ganja waktu kehamilan memiliki resiko mengakibatkan kelahiran bayi premature & bayi lahir dengan berat tubuh rendah.

Menghindar Dampak Jelek Narkotika pada Waktu Hamil 
Di Amerika Serikat, nyaris 4% dari wanita hamil memakai narkotika & bahan beresiko yang lain seperti ganja, kokain, ecstasy & heroin. Selanjutnya wanita hamil yang memakai narkotika & bahan beresiko umumnya juga ikut serta dalam tingkah laku tidak sehat yang lain yang bisa memiliki resiko pada janin yang dikandungnya seperti minum alkohol, merokok, malnutrisi atau menanggung derita penyakit infeksi seksual.

Cacat pada janin & problem kesehatan beda yang bisa muncul karena pemakaian narkotika & bahan beresiko sesungguhnya bisa dihindari semuanya. Langkahnya yaitu dengan hentikan pemakaian narkotika & bahan beresiko yang lain sebelumnya hamil atau menghindar terjadinya kehamilan sebelumnya terasa percaya bisa hindari narkotika waktu hamil. Jika nyatanya baru ketahui hamil saat konsumsi narkotika & bahan beresiko yang lain (terkecuali heroin), jadi baiknya hentikan pemakaian beberapa bahan itu selekasnya sesudah ketahui dianya hamil. Hal semacam ini karna bahaya selalu bertambah jika selalu dipakai. Untuk yang memakai heroin, baiknya konsultasi dengan tenaga kesehatan tentang terapi untuk menanggulangi tanda putus obat.
loading...

Related Posts

Dampak Hubungan Antara Narkotika Dengan Kehamilan
4/ 5
Oleh

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.