Minggu, 03 Juni 2018

Apakah Mengkonsumsi Obat Diet Berbahaya?

Apakah Mengkonsumsi Obat Diet Berbahaya? - Sempatkah Anda coba turunkan berat tubuh dengan konsumsi obat diet? Baiknya Anda waspada karna ada peluang obat spesifik memiliki kandungan bahan yang beresiko untuk badan, hingga menyebabkan dampak yg tidak dikehendaki.

Apakah Mengkonsumsi Obat Diet Berbahaya?

Untuk beberapa orang, langkah turunkan berat tubuh cukup simpel yaitu dengan alur makan yang sehat serta olah raga teratur. Namun, untuk beberapa yang lain, hal tersebut tidak cukup untuk turunkan berat tubuh. Jadi, dibutuhkan peran obat diet atau obat penurun berat tubuh. Obat diet akan tidak dengan ajaib menyingkirkan lemak dari badan. Sebagian obat bisa turunkan berat tubuh sampai 5% apabila dibarengi dengan diet serta olah raga.

Penurunan berat tubuh sampai 5% ini pasti tidak tampak banyak, namun memberi dampak yang baik untuk badan, seperti turunkan desakan darah, menambah High Density Lipoprotein (HDL), turunkan kandungan gula darah, dan menambah sensitivitas insulin.

Akan tetapi, obat diet tidak pas untuk kebanyakan orang. Berdasar pada guideline yang di keluarkan oleh Endocrine Society, obat-obat ini cuma pas untuk orang yang masuk kelompok obesitas, atau yang mempunyai BMI (Body Mass Index) 30 atau lebih. Obat-obat ini dapat juga dipakai untuk pasien overweight dengan penyakit karena kelebihan berat tubuh seperti penyakit jantung serta hipertensi.

Pemakaian obat diet pastinya mempunyai resiko. Pada th. 2010, Tubuh Pengawas Obat serta Makanan (BPOM) menarik enam merk obat diet dari market karna memiliki kandungan sibutramin, senyawa yang dapat tingkatkan resiko masalah kardiovaskular. Diluar itu, obat-obat diet yang memiliki kandungan bahan ephedra, phenytoin, rimonabant, atau phenolphtalein juga sudah dilarang karna dapat dibuktikan beresiko untuk badan.

Orlistat, satu diantara obat diet yang mekanisme aksinya memblok absorbsi lemak, bisa mempunyai resikonya berbentuk berat tubuh yang kembali naik jika gaya hidup sehat tidak diaplikasikan, keram perut, seringkali buang air besar, dan badan susah menyerap vitamin A, D, E, serta K kurun waktu spesifik.

Obat–obat diet beda umumnya bekerja dengan kurangi nafsu makan, seperti benzphetamine, dietilpropion, lorcaserin, naltrexone, phendimetrazine, serta phentermine. Obat-obat ini umumnya mempunyai resikonya seperti penaikan desakan darah, pusing, mual, muntah, konstipasi, serta insomnia. Beberapa obat diet seperti phentermine baiknya dijauhi oleh wanita hamil serta menyusui, dan orang dengan kisah stroke, desakan darah tinggi, serangan jantung, hipertiroidisme, serta glaukoma. Resiko diatas tidak seutuhnya melarang seorang untuk mengonsumi obat diet. Namun, yakinkan kalau obat itu sudah tercatat di BPOM, berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan yang lain, dan senantiasa baca ketentuan gunakan, kontra tanda-tanda, serta resikonya, terlebih untuk orang yang memiliki resiko terserang penyakit spesifik. Janganlah lupa untuk merubah pola hidup supaya faedah serta dampak dari obat diet bisa bertahan kurun waktu yang lama.
loading...

Related Posts

Apakah Mengkonsumsi Obat Diet Berbahaya?
4/ 5
Oleh

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.