Senin, 16 Juli 2018

Vitamin A Dapat Mengobati Kanker Hati, Kok Bisa?

Vitamin A Dapat Mengobati Kanker Hati, Kok Bisa? - Suatu studi baru mengungkap bagaimanakah turunan vitamin A yang dimaksud retinoid asiklik bisa menolong untuk membasmi bentuk sangat umum dari kanker hati : karsinoma hepatoseluler. 

Vitamin A Dapat Mengobati Kanker Hati, Kok Bisa?

Riset ini temukan jika retinoid asiklik memblokir ekspresi gen yang mengakibatkan tumor kanker hati, yang di pimpin oleh beberapa periset dari RIKEN Center for Integrative Medical Sciences di Jepang. 

Seputar 22. 000 pria serta 9. 000 wanita di Amerika Serikat didiagnosis menanggung derita kanker hati tiap-tiap th.. 

Type kanker hati yang sangat umum ialah karsinoma hepatoseluler (HCC). Kanker ini bisa diawali menjadi tumor hati tunggal yang makin besar dari sekian waktu, atau bisa diawali menjadi beberapa nodul kanker di semua hati. 

Aspek resiko paling besar untuk kanker hati ialah infeksi hepatitis B atau hepatitis C ; virus ini bisa mengakibatkan sirosis hati, yang bisa mengakibatkan rusaknya sel yang mengakibatkan kanker. 

Riset semula sudah temukan jika retinoid asiklik – yang disebut turunan sintetis dari vitamin A – mempunyai potensi untuk hentikan kekambuhan HCC pada individu yang sudah melakukan operasi pengangkatan tumor primer. Sistem yang pas yang memicu asosiasi ini, bagaimanapun, tidak jelas. 

Retinoid asiklik kurangi ekspresi MYCN 

Untuk pelajari selanjutnya mengenai bagaimanakah retinoid asiklik bisa menahan HCC, beberapa periset menyelidiki bagaimanakah senyawa merubah transkriptom sel, atau himpunan molekul RNA yang mengatur ekspresi gen. 

Beberapa ilmuwan temukan jika, dibanding dengan sel yang tidak diobati, beberapa sel yang terkena retinoid asiklik tunjukkan penurunan ekspresi gen yang dimaksud MYCN. Gen ini sudah dihubungkan dengan perubahan kanker seperti neuroblastoma. 

Beberapa periset lalu mendesak ekspresi gen MYCN di sel kanker. Ini bukan sekedar hentikan proliferasi sel, perlambat perubahan beberapa sel, serta hentikan pembentukan koloni, namun juga menyebabkan kematian sel kanker. 

Setelah itu, periset serta partnernya lakukan penyelidikan pada sel induk kanker. Beberapa sel induk kanker ialah beberapa sel memperbarui diri yang bisa menggerakkan pembentukan tumor. Seperti yang dicatat periset, sel induk kanker sukses hindari perawatan kanker, hingga mereka ialah pemain kunci dalam kekambuhan kanker. 

Team temukan jika waktu ekspresi gen MYCN bertambah pada sel manusia HCC, ini tingkatkan ekspresi beragam pemberi tanda yang berkaitan dengan sel induk kanker, tunjukkan jika ekspresi gen MYCN ikut serta dalam HCC. 

Periset menuturkan, jika “Bagian yang sangat menarik dari temuan kami ialah waktu kami lihat sub-populasi berlainan dari sel kanker heterogen. Mereke temukan satu grup khusus sel induk kanker EpCAM-positif, dimana MYCN bertambah. ” 

Perihal ini menggerakkan team untuk menyelidiki apakah dampak anti-kanker retinoid asiklik mungkin saja turun ke dampaknya pada sel induk kanker EpCAM-positif. 

Selangkah lebih dekat untuk mengobati kanker paru-paru? 

Waktu beberapa periset mengungkapkan sel induk kanker HCC ke retinoid asiklik, mereka temukan jika senyawa sel yang ditargetkan dengan cara selektif serta hancur yang positif EpCAM – makin tinggi dosis asiklik retinoid, makin besar dampak pada sel induk kanker EpCAM-positif. 

Periset lalu ambil biopsi hati 12 orang dengan kanker hati yang kankernya sudah dibasmi sesudah reseksi atau ablasi hati. 

Enam dari pasien ini sudah terima 600 miligram retinoid asiklik /hari sepanjang 8 minggu, sesaat enam bekasnya terima 300 miligram senyawa sehari-hari sepanjang 8 minggu. 

Beberapa periset temukan jika biopsi yang di ambil dari pasien yang ambil dosis tinggi retinoid asiklik tunjukkan ekspresi MYCN yang lebih rendah. 

Dengan cara berbarengan, temuan ini tunjukkan jika retinoid asiklik bisa menahan kekambuhan HCC dengan kurangi ekspresi MYCN di sel induk kanker EpCAM-positif. 

Retinoid asiklik jelas membidik kelompok spesifik sel induk kanker, serta ini memberikan panduan terpenting untuk kurangi kekambuhan kanker serta betul-betul mengobati pasien. 

Beberapa periset mencatat jika retinoid asiklik sekarang ini tengah ditest dalam uji klinis babak III karena kemampuannya untuk hentikan kekambuhan HCC.
loading...

Related Posts

Vitamin A Dapat Mengobati Kanker Hati, Kok Bisa?
4/ 5
Oleh

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.