Senin, 16 Juli 2018

Temuan Terbaru, Ilmuwan Kembangkan Hati Buatan yang Lembut serta Lebih Tahan Lama

Temuan Terbaru, Ilmuwan Kembangkan Hati Buatan yang Lembut serta Lebih Tahan Lama - Periset di Swiss mengharap uji coba mereka selanjutnya akan membuahkan hati buatan yang lembut yang lebih awet serta dipersonalisasi di banding jenis sekarang ini. 

Temuan Terbaru, Ilmuwan Kembangkan Hati Buatan yang Lembut serta Lebih Tahan Lama

Nicholas Cohrs serta rekan-rekannya di Laboratorium Bahan Fungsional ETH Zurich University di Swiss, mempunyai ide baru untuk apa yang mereka sebut menjadi hati buatan yang lembut. 

Dengan meningkatkan hati buatan yang sangatlah serupa dengan hati penerima. Cohrs serta timnya mengharap dapat membuat alat yang bisa buat pasien masih hidup sepanjang bertahun-tahun tanpa ada membutuhkan operasi transplantasi berisiko lagi, mencuplik Healthline, Rabu (3/1/2018). 

Sepanjang hampir 50 th., pakar bedah sudah lakukan transplantasi hati buatan ke pasien yang mati bila tidak berhasil jantung. 

Piranti ini terbuat dari plastik serta logam. Mereka bisa menjaga kehidupan sepanjang berhari-hari serta bahkan juga berbulan-bulan. Sesaat pasien menanti donor hati. 

Dalam beberapa masalah, transplantasi jantung buatan dapat berbentuk permanen serta dapat berjalan sepanjang satu tahun lebih, tetapi peluang bertahan lebih dari empat th. kurang dari 60 %. Rekor untuk waktu terlama yang hidup dengan hati buatan ialah lima th.. 

Komplikasi yang mungkin saja berlangsung disebabkan transplantasi jantung buatan mencakup pendarahan, infeksi, serta kegagalan organ. 

Permasalahan umum dengan hati buatan ialah cenderung mereka untuk membiarkan darah menggumpal karena komposisi kaku mereka. Kebekuan darah dapat mengakibatkan stroke. 

Jantung buatan dengan sedikit kekakuan, lalu, dapat melakukan perbaikan aliran darah serta kurangi peluang pembekuan. 

Awalannya, Cohrs serta timnya melakukan eksperimen dengan silikon, zat yang biasanya tidak bereaksi, konstan, serta tahan pada lingkungan yang berlebihan. Ini dapat mempunyai beberapa aplikasi pengetahuan resapi. 

“Tentu saja, silikon ialah bahan buatan, yang bukanlah jaringan manusia serta tidak dapat secara langsung mirip itu. Tetapi, ini ialah bahan yang lembut serta dapat mengikuti karakter material jaringan manusia hingga sampai batas spesifik. Kami memakainya karena adalah bahan yang dapat untuk implan serta ada dari beragam penyuplai, ” kata Cohrs. 

Hati silikon didesain dengan memakai piranti lunak dibantu computer (CAD), membuahkan organ lembut yang mirip hati manusia dalam komposisi, bentuk, serta fungsinya. 

Sebetulnya untuk transplantasi, CT scan jantung pasien bisa menjadi basic perancangan, pastikan jika ini sangat cocok. 

Design modifikasi pada jantung dibutuhkan untuk memungkinkannya bergerak sendiri, termasuk juga ruang yang mengembang serta mengempis dengan hawa bertekanan. 

Dalam eksperimen mereka, team Cohrs memakai printer 3 dimensi (3D) untuk buat cetakan jantung yang terbuat dari plastik. 

“Kami menghasilkan buatan hati kami tidak dengan cara langsung dengan pencetakan 3D, namun kami memerlukan printer 3D, karena tidak sangat mungkin menghasilkan piranti lunak dengan tehnik manufaktur tradisionil. Printer 3D kami cetak negatif dari dalam hati serta memakai ini menjadi cetakan, yang lalu kita larutkan, ” jelas Cohrs. 

Awalannya, cetakan itu berisi silikon, membuahkan jantung 13 ons —perangkat yang kurang lebih sepertiga lebih berat dibanding rata-rata jantung orang dewasa. 

Waktu ditanamkan, akan dijahit ke katup, arteri, serta vena, juga di dukung oleh pengemudi pneumatik portabel external. 

Cohrs serta timnya menguji jantung silikon mereka pada April 2016, dengan menempatkannya di mesin aliran tiruan hibrida. Akhirnya menunjukkan jika aliran darah jantung silikon mengikuti hati manusia yang sebetulnya. 

Tetapi, jantung silikon berjalan seputar 3. 000 detak jantung sebelum saat pecah karena stres. Dengan detak jantung 60 denyut per menit, jantung akan tidak berhasil kurun waktu kurang dari satu jam. 

Semenjak eksperimen awal mereka, team Cohrs sudah berpindah dari silikon ke bahan yang lain. “Kami menguji beragam polimer untuk buat jantung buatan lebih konstan serta tingkatkan usia. Kami juga merubah serta memaksimalkan geometri, ” tutur Cohrs. 

Hati paling akhir mereka yang bertahan, berjalan sepanjang 1 juta detak jantung atau seputar 10 hari kehidupan. 

Modifikasi selanjutnya akan melakukan perbaikan jantung, walau mungkin saja beberapa puluh th. sebelum saat seorang siap melakukan pengujian kehidupan riil. 

Arah paling utama Cohrs serta timnta, membuat hati buatan yang lembut yang dapat membuahkan aliran darah alami fisiologis, mempunyai waktu hidup yang cukuplah, serta tidak menyebabkan resikonya. 

Proses yang dikerjakan Cohrs sudah memakai serta memakai piranti lunak CAD serta pencetakan 3D simpel, yang bisa sangat mungkin ketersediaan hati buatan dengan cara luas.
loading...

Related Posts

Temuan Terbaru, Ilmuwan Kembangkan Hati Buatan yang Lembut serta Lebih Tahan Lama
4/ 5
Oleh

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.