Mengetahui Lebih Jauh Tentang Penyakit Vitiligo - Ada bercak-bercak putih di wajah ataupun badan kita pasti mengganggu. Orang pemula biasanya menduga bercak itu merupakan panu. Tetapi, nyatanya penyakit kulit yang dimulai timbulnya bercak putih atau yang berwarna lebih jelas dari kulit seputar tidak cuma panu. Penyakit lainnya seperti pytiriasis alba, lepra, serta vitiligo dapat juga memberi tanda-tanda berbentuk timbulnya bercak-bercak putih pada kulit. Kesempatan ini kita akan mengulas lebih jauh tentang vitiligo.

Vitiligo mengakibatkan hilangnya warna kulit berbentuk bercak-bercak dengan warna lebih jelas dari kulit seputar. Ukurannya beragam dari kecil sampai besar serta sering tentang dua bagian badan.
Biasanya, vitiligo berlangsung pada kulit, tetapi ia dapat juga diketemukan dibagian badan lainnya yang mempunyai pigmen, seperti rambut, bibir, bahkan juga mata. Vitiligo tidaklah penyakit menyebar serta tidak meneror jiwa. Namun, vitiligo bisa mengganggu kehidupan penderitanya karena mengakibatkan minimnya rasa yakin diri sampai depresi. Beberapa pasien mesti hidup dengan vitiligo seumur hidupnya, hingga dibutuhkan ketahanan mental hingga masih tabah serta yakin diri.
Vitiligo mengakibatkan hilangnya warna kulit, yang oleh pakar dermatologi dimaksud depigmentasi. Kehilangan pigmen ini bisa berlangsung dibagian badan mana saja, termasuk juga :
- Kulit
- Rambut (kepala, alis, bulu mata, jenggot)
- Susunan dalam mulut
- Genital
Beberapa pasien vitiligo alami depigmentasi pada kulit. Kulit bisa jadi lebih jelas atau berubah menjadi betul-betul putih. Depigmentasi dapat berubah menjadi hanya satu sinyal serta tanda-tanda vitiligo, tetapi beberapa pasien rasakan gatal atau nyeri pada ruang yang alami depigmentasi itu. Diluar itu, karena permasalahan estetika, umumnya pasien vitiligo terasa rendah diri serta sering berkembang berubah menjadi depresi.
Juta-an orang didunia menanggung derita vitiligo. Hampir setengahnya berlangsung sebelum saat umur 21 tahun. Beberapa pasien vitiligo mesti hidup dengan penyakit itu seumur hidupnya. Pada masalah yang tidak sering, vitiligo menghilang dengan cara prima. Vitiligo berlangsung sama jumlahnya pada semua warna kulit serta ras, baik pria ataupun wanita.
Resiko terjadinya vitiligo bertambah pada seorang dengan :
- Kisah keluarga kandung dengan vitiligo
- Penyakit autoimun, terpenting penyakit Hashimoto (penyakit autoimun pada kelenjar gondok) atau alopesia areata (kebotakan)
Vitiligo berlangsung waktu matinya sel yang bernama melanosit. Sel ini berperan mewarnai pada kulit serta rambut. Beberapa ilmuwan belumlah tahu dengan tentu kenapa beberapa sel ini mati. Disangka vitiligo adalah penyakit autoimun yang dikarenakan oleh kekeliruan badan mengetahui melanosit menjadi benda asing hingga badan menyerang serta membunuh beberapa sel itu.
Vitiligo bisa dibedakan dari panu dengan tidak ada susunan kulit bersisik tipis pada bercak putih yang nampak di kulit serta biasanya tidak berubah gatal waktu terserang keringat. Diluar itu bercak putih pada vitiligo tidak bisa menghilang sesudah pemberian obat antijamur dengan cara maksimal.
Anda dapat menyamarkan bercak depigmentasi dengan memakai make-up yang mirip dengan warna kulit alami Anda. Pemakaian sunscreen dengan SPF 30 ke atas serta membuat perlindungan diri dengan baju ataupun topi untuk hindari paparan cahaya UV baik untuk kurangi kontras pada kulit normal serta yang alami vitiligo.
Apabila Anda mencurigai ada satu vitiligo, selekasnya periksakanlah diri Anda ke dokter spesialis kulit untuk mendapat perlakuan selekasnya. Therapy vitiligo beragam dari dari mulai medikasi memakai obat topikal yang diterapkan pada kulit sampai memakai alat mutakhir seperti laser. Perihal ini butuh didiskusikan dengan dokter Anda.
loading...
Mengetahui Lebih Jauh Tentang Penyakit Vitiligo
4/
5
Oleh
Dunia Kesehatan Health
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.