Sabtu, 09 Juni 2018

Benarkah Ukuran Panggul Ibu Hamil Pengaruhi Proses Melahirkan

Benarkah Ukuran Panggul Ibu Hamil Pengaruhi Proses Melahirkan - Untuk beberapa wanita, melahirkan dengan normal mungkin saja yaitu pilihan paling baik. Sebab sistem persalinan normal sering dipandang mempunyai resiko paling minimum bila dibanding dengan operasi Caesar. 

Benarkah Ukuran Panggul Ibu Hamil Pengaruhi Proses Melahirkan

Sayangnya, tiap-tiap wanita mempunyai keadaan kehamilan yang tidak sama. Tak tahu dari keadaan kesehatan atau bentuk fisik, salah nya ialah ukuran panggul. Kenyataannya ukuran panggul jadi salah satu penentu cara persalinan apa yang paling pas untuk seseorang wanita. Ada yang mengatakan kalau wanita dengan panggul kecil mempunyai kesempatan yang lebih kecil untuk dapat melahirkan dengan normal. Apakah benar? 

Seseorang wanita disebutkan mempunyai panggul kecil bila ukuran diameter dari jalan lahir bayi, yakni panggul kurang dari angka rata-rata. Waktu ibu mempunyai panggul yang kecil, maka resiko kepala bayi “nyangkut” di jalan lahir jadi semakin besar. Terlebih bila bayi yang juga akan lahir nyatanya mempunyai ukuran kepala yang cukup besar. 

Dokter atau bidan umumnya juga akan merekomendasikan cara persalinan yang paling cocok sesudah lakukan beberapa kontrol. Termasuk juga untuk memastikan berat bayi, ukuran kepala bayi, serta kesanggupan dari panggul ibu. Sebab pada intinya, panggul yang sempit dapat mengakibatkan kesusahan dalam persalinan normal. 

Persalinan normal jadi susah karna ada resiko disproporsi kepala-panggul (CPD). Yakni satu keadaan di mana terdapat tidak seimbangan pada ukuran kepala bayi dengan panggul ibu yang juga akan jadi jalan lahir. 

Tapi, kesempatan ibu dengan panggul kecil untuk melahirkan normal sesungguhnya masih tetap ada. Seandainya bayi mempunyai ukuran yang relatif kecil, atau lahir sebelumnya saatnya. 

Resiko Persalinan Normal pada Ibu dengan Panggul Sempit 

Ukuran panggul sempit seringkali didapati pada calon ibu yang mempunyai tinggi tubuh kurang dari 150 cm. Keadaan ini juga akan mengakibatkan kepala janin terlambat masuk ke pintu atas panggul. Walau sebenarnya dalam kehamilan normal, sekitaran 3-4 minggu sebelumnya melahirkan kepala bayi semestinya telah bersiap untuk hadapi persalinan. 

Nah, bila sampai waktu paling akhir kehamilan kepala bayi masih tetap belum juga masuk pintu atas panggul, berarti ibu mungkin saja mempunyai panggul yang sempit. Bila persalinan normal dipaksakan pada keadaan ini, dapat sangat membahayakan untuk ibu ataupun bayi yang juga akan dilahirkan. 

Sebab, kepala bayi juga akan alami kesusahan agar bisa melalui panggul ibu yang sempit. Serta hal semacam ini dapat mengakibatkan bagian kepala terima desakan. Keadaan ini akan mengakibatkan tulang-tulang pada tengkorak bayi juga akan berhimpit keduanya. 

Yang paling kronis, memaksakan sistem kelahiran normal dapat juga menyebabkan terjadinya perdarahan otak yang dapat berbuntut pada kematian bayi. Keselamatan ibu juga cukup dipertaruhkan dalam keadaan sesuai sama itu. Komplikasi yang mungkin saja dihadapi ibu yaitu rahim juga akan meregang kuat untuk melahirkan bayi yang “lebih besar” ukurannya di banding diameter panggul. Akhirnya, ibu mungkin saja juga akan alami robekan atau pecah rahim. Hal semacam ini pasti juga akan sangat beresiko.
loading...

Related Posts

Benarkah Ukuran Panggul Ibu Hamil Pengaruhi Proses Melahirkan
4/ 5
Oleh

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.