Punyai Kebiasaan Mengupil? Awas, Ngupil Dengan Jari Nyatanya Berbahaya Lho! - Mengupil merupakan hal yang cukuplah lumrah dikerjakan oleh kebanyakan orang didunia ini. Sering kita mengupil karena didalam lubang hidung kita terasa gatal atau penuh dengan kotoran serta dengan bersihkan lubang hidung dengan jari, kotoran serta perasaan gatal itu dapat menyusut sekaligus juga memberi sensasi yang begitu nikmat pada hidung kita. Sayangnya, di balik kesenangan dari bersihkan lubang hidung dengan jari ini, ada bahaya yang mengintai kesehatan badan kita.

Ahli kesehatan Erich Voigt mengatakan bila mengupil atau bersihkan lubang hidung dengan jari akan membuat ruang dalam hidung lebih gampang terkena oleh kuman atau bakteri. Bagaimana tidak, dekat dengan ujung dari lubang hidung, sudah ada bulu-bulu halus sebagai penyaring utama dari beberapa benda yang tidak diinginkan masuk lubang hidung. Walau sebenarnya, dengan menggunakan jari tangan kita untuk bersihkan kotoran didalam hidung, automatis manfaat dari bulu halus ini jadi tidak bermanfaat benar-benar. Sering, tangan yang kita gunakan untuk mengupil juga kurang bersih hingga sisi dalam hidung jelas akan terkena tangan yang tidak steril serta penuh dengan kuman serta bakteri.
Voigt juga mengutamakan bahayanya mengorek lubang hidung dengan kasar karena dapat membuat sisi dalam hidung alami abrasi dan pendarahan yang pasti dapat menyebabkan iritasi, ditambah lagi bila kotoran yang kita korek telah terlanjur keras serta lengket pada kulit sisi dalam lubang hidung. Sering, anak-anak mengorek lubang hidungnya sangat keras karena perasaan gatal atau kerasnya kotoran yang ingin mereka mengeluarkan hingga hidung mereka akan berdarah. Walau sebenarnya, di bagian depan hidung ada lima buah pembuluh darah arteri yang dapat menyebabkan pendarahan yang begitu kuat serta selanjutnya menyebabkan mimisan.
loading...
Punyai Kebiasaan Mengupil? Awas, Ngupil Dengan Jari Nyatanya Berbahaya Lho!
4/
5
Oleh
Dunia Kesehatan Health
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.